Home
  1. A.    Latarbelakang

images

Regionalisme baru kini dipandang sebagai alternatif untuk menjawab tantangan perubahan global yang makin kompleks dan multidimensional. Sejak globalisasi melanda dunia, gejala interdependensi global membuat isu-isu ekonomi, politik dan keamanan domestik menjadi sulit untuk diselesaikan sendiri oleh suatu negara. Oleh karena itu, regionalisme baru dipandang signifikan dalam menjawab persoalan tersebut, bahkan dianggap mampu memberikan kesejahteraan lebih besar lewat institusionalisasi kawasan.

Kehadiran ASEAN sebagai wadah regionalisme baru menjadi signifikan dalam konstelasi ekonomi politik regional dan global. Disepakatinya Bali Concord III pada KTT ASEAN ke- di Bali tahun lalu semakin memperkuat citra ASEAN sebagai partner dan aktor strategis khususnya dalam memimpin dan membentuk arsitektur ekonomi politik dan keamanan di kawasan Asia Pasifik. Sebab, dinamika kerjasama, kompetisi dan integrasi yang terjadi dalam mekanisme ASEAN[1] melibatkan hampir semua major power di Asia Pasifik dalam mekansime ASEAN lewat tiga pilar komunitasnya.

Peluang besar dari regionalisme baru ASEAN ini lewat widening dan deepening process-nya, pengaruh geopolitik di kawasan Asia Pasifik yang kuat dalam isu low dan high politic lewat peran dan kedudukannya, menjadi bargaining power yang diperhitungkan oleh negara lain guna mencapai kepentingan nasionalnya. Selain itu, latar belakang sejarah dan masalah-masalah bersama yang dihadapi negara-negara di kawasan ini membuat eksistensi ASEAN makin signifikan.

Timor Leste yang secara resmi merdeka pada 20 Mei 2002 kini sedang berjuang mengisi kemerdekaan terutama dalam menjawab isu-isu pembangunan seperti pemberantasan kemiskinan, peningkatan SDM lewat pendidikan dan kesehatan serta infrastruktur publik. Data dari World Bank menunjukkan ekonomi Timor Leste berada ditingkat lower middle income dengan GDP sebesar $701,000,000 pada tahun 2010[2]. Disamping itu, isu stabilitas politik-keamanan juga menjadi tantangan bagi negara post-kolonial ini yang baru dilanda krisis politik pada tahun 2006.

Dalam konteks tersebut regionalisme baru ASEAN menjadi wadah strategis bagi Timor Leste. Kerjasama regionalisme ASEAN merupakan peluang besar bagi Timor Leste dalam menjawab tantangan stabilitas dan pembangunan berkelanjutan bagi kesejahteraan rakyatnya. Lewat mekanisme kerjasama ASEAN dalam tiga pilar komunitas ASEAN, Timor Leste dapat merangsang dan mempercepat pertumbuhan ekonominya lewat skema perdagangan bebas, disamping itu kerjasama dalam bidang politik keamanan khususnya isu demokratisasi dan terorisme akan lebih efektif ditangani.

Proses masuknya Timor Leste dalam badan ASEAN merupakan proses konsensus dari anggota ASEAN, disamping juga proses persiapan Timor Leste sendiri seperti syarat-syarat administratif (menjadi peninjau dan mengikuti sidang-sidang dan kegiatan ASEAN) dan syarat-syarat non-administratif seperti stabilitas ekonomi politik dan keamanan.

Akan tetapi yang menjadi tantangannya adalah sejauh mana persiapan Timor Leste untuk mengambil peluang dan menghadapi tantangan dalam regionalisme ASEAN ini? kekuatan geopolitik Timor Leste dan persoalan-persoalan ekonomi politik domestik khususnya transisi rezim akan berpengaruh terhadap kebijakan luar negeri Timor Leste dalam menghadapi peluang dan tantangan tersebut.

     


[1] ASEAN telah mengalami widening dan deepening process dalam proses integrasinya yang makin melibatkan banyak aktor internasional, ini berimplikasi pada besarnya pengaruh ASEAN kawasan Asia Pasifik.

[2] “Timor Leste”, World Bank (WB), http://data.worldbank.org/country/timor-leste. Diakses pada 18 Maret 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s