Home
  1. 1.      Latarbelakang

 Pasca Perang Dingin, pendekatan regional dan multilateral menjadi sebuah instrumen atau alat diplomasi penting yang digunakan negara dalam mencapai kepentingan nasionalnya, seiring dengan bergesernya isu high politic menuju low politic.

Dalam konteks ini, konferensi, sidang atau perundingan menjadi semakin penting dalam mencapai kesepakatan atau konsensus guna mencapai kepentingan masing-masing negara, penyelesaian konflik dan forum dialog dalam memecahkan isu-su global yang krusial khususnya di kawasan. KTT ASEAN di Bali 17 Novermber 2011 lalu, merupakan bentuk dari konferensi tingkat tinggi kepala-kepala negara ASEAN yang juga dihadiri oleh mitra dialog ASEAN[2].

Dalam forum ini, akan terlihat politik luar negeri sebuah negara dari taktik diplomasi dan lobi-lobi yang dilakukan di luar konferensi. Dalam setiap sidang dapat diketahui agenda-agenda global sebagai isu sentral dalam politik internasional dimana krusial bagi bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan. Perundingan regional ASEAN diantaranya ASEAN Summit, AFMM, AEM, SOM, SEOM, ASEAN FTA with Dialogue Partners dan bentuk perundingan lainnya.

Bagaimana mencapai kepentingan nasional dan kata sepakat dalam sebuah perundingan tanpa mengesampingkan kepentingan dari pihak lain menjadi tantangan dalam strategi diplomasi dimana sangat ditentukan tidak hanya oleh kemampuan dalam mempengaruhi seorang diplomat tetapi juga bargaining position serta kapabilitas power sebuah negara di dunia internasional.

Dalam makalah ini akan dibahas secara spesifik mengenai sidang Senior Economic Official Meting (SEOM) agar diperoleh gambaran umum dan singkat tentang mekanisme dan proses persidangan.

  1. 2.      Identifikasi Masalah

Dari latarbelakang diatas maka, dapat diidentifikasi beberapa pertanyaan yang akan dijawab dalam makalah ini, diantaranya:

  1. Seperti apa unsur-unsur dalam sidang SEOM yang dijalankan ASEAN?
  2. Seperti apa fungsi dan tugas peserta dalam sidang SEOM?
  3. Seperti apa tahapan-tahapan dalam sidang SEOM?
  4. Bagaimana jalannya sidang SEOM?
  5. 3.      Tujuan

Tujuan makalah ini yaitu untuk:

  1. Mengetahui unsur-unsur dalam sidang SEOM yang dijalankan ASEAN.
  2. Mengetahui fungsi dan tugas peserta dalam sidang SEOM.
  3. Mengetahui tahapan- tahapan sidang SEOM.
  4. Mengetahui mekanisme sidang SEOM yang dijalankan ASEAN.
  5. 4.      Pembahasan

Forum pertemuan wakil-wakil  berbagai negara maupun entitas seperti organisasi regional dan internasional, untuk merundingkan berbagai hal. Wakil-wakil berbagai negara dan entitas tersebut membawa mandat Pemerintah atau organisasinya, bertanggung jawab atas misi yang dibebankan pada mereka, dan mereka diharapkan menyampaikan posisi negara/entitas mereka diketahui oleh forum yang mereka ikuti.

Hasil dari sebuah perundingan adalah hukum kesepakatan yang mengikat (binding) seperti trakat, konvensi dan persetujuan serta yang tidak mengikat seperti report, summary record, chairman’s statement, deklarasi, dan pernyataan bersama, oleh negara-negara peserta perundingan.

Dalam sebuah perundingan ada beberapa tahap negosiasi diantaranya:

  1. Tahap pertama: persiapan bahan melalui riset, persiapan perkembangan dan posisi dasar berdasarkan agenda.
  2. Tahap kedua: statement, negosiasi dan pengambilan keputusan.
  3. Tahap ketiga: review, tindak lanjut dan implementasi terhadap keputusan yang telah ditetapkan dalam sidang.

ASEAN memiliki berbagai macam forum pertemuan dan perundingan sebagai wadah untuk membahas agenda-agenda penting dalam rangka percepatan integrasi ASEAN 2015. Adapun pertemuan wakil-wakil negara ASEAN dari tingkat tertinggi, yaitu[3]:

  1. ASEAN Summit. Pertemuan tingkat tinggi yang diadakan dua kali setiap tahun ini, terdiri dari kepala-kepala negara anggota ASEAN, biasanya mengundang para mitra dialog. Pertemuan ini biasanya menyetujui sebuah deklarasi, joint statement atau charter, serta membahas agenda-agenda penting seperti isu ekonomi, politik dan keamanan regional dan internasional yang berhubungan dengan realisasi tujuan serta kepentingan para anggota ASEAN.
  2. ASEAN Coordinating Council. Terdiri dari para Menteri Luar Negeri ASEAN yang bertemu dua kali dalam setahun.  Pertemuan ini secara garis besar mengkoordinasi implementasi setiap agreement dan keputusan yang disepakati oleh ASEAN Summit, serta melakukan koordinasi dalam badan-badan ASEAN lain untuk proses pembuatan kebijakan yang akan diusulkan ke ASEAN Summit.
  3. ASEAN Community Council. Terdiri dari ASEAN Political Security Community Council, ASEAN Economic Community Council dan ASEAN Socio Cultural Community Council, berisi Menteri-Menteri Ekonomi, Politik dan Sosial Budaya. Pertemuan ini diadakan dua kali dalam setahun dan membahas implementasi dan perkembangan tiga pilar komunitas ASEAN, melakukan koordinasi ditiap sektor, serta membuat laporan dan rekomendasi kepada ASEAN Summit.
  4. ASEAN Sectoral Ministerial Bodies, terdiri dari[4]:
    1. I.       ASEAN Political-Security Community.
    2. 1.      ASEAN Foreign Ministers Meeting (AMM).
  • • ASEAN Senior Officials Meeting (ASEAN SOM).
  • • ASEAN Standing Committee (ASC).
  • Senior Officials Meeting on Development Planning

(SOMDP).

  1. 2.      Commission on the Southeast Asia Nuclear Weapon-Free Zone (SEANWFZ Commission).
  • Executive Committee of the SEANWFZ Commission.
  1. 3.      ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM).
  • • ASEAN Defence Senior Officials Meeting (ADSOM).
  1. 4.      ASEAN Law Ministers Meeting (ALAWMM).
  • • ASEAN Senior Law Officials Meeting (ASLOM).
  1. 5.      ASEAN Ministerial Meeting on Transnational Crime (AMMTC).
  • Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC).
  • ASEAN Senior Officials on Drugs Matters (ASOD).
  • Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of Ministries of Foreign Affairs Meeting (DGICM).
  1. 6.      ASEAN Regional Forum (ARF).
  • • ASEAN Regional Forum Senior Officials Meeting (ARF

SOM).

II. ASEAN ECONOMIC COMMUNITY.

1. ASEAN Economic Ministers Meeting (AEM).

  • High Level Task Force on ASEAN Economic Integration (HLTFEI).
  • Senior Economic Officials Meeting (SEOM).

2. ASEAN Free Trade Area (AFTA) Council.

3. ASEAN Investment Area (AIA) Council.

4. ASEAN Finance Ministers Meeting (AFMM).

  • • ASEAN Finance and Central Bank Deputies Meeting (AFDM).
  • • ASEAN Directors-General of Customs Meeting (Customs DG).

5. ASEAN Ministers Meeting on Agriculture and Forestry (AMAF).

  • Senior Officials Meeting of the ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (SOM-AMAF).
  • • ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF).

6. ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM).

  • Senior Officials Meeting on Energy (SOME).
  1. 7.      ASEAN Ministerial Meeting on Minerals (AMMin).

• ASEAN Senior Officials Meeting on Minerals (ASOMM).

  1. 8.      ASEAN Ministerial Meeting on Science and Technology (AMMST).

Committee on Science and Technology (COST).

9. ASEAN Telecommunications and Information Technology Ministers Meeting (TELMIN).

Telecommunications and Information Technology Senior Officials Meeting (TELSOM).

• ASEAN Telecommunication Regulators’ Council (ATRC).

10. ASEAN Transport Ministers Meeting (ATM).

Senior Transport Officials Meeting (STOM).

11. Meeting of the ASEAN Tourism Ministers (M-ATM).

Meeting of the ASEAN National Tourism Organisations (ASEAN NTOs).

12. ASEAN Mekong Basin Development Cooperation (AMBDC).

• ASEAN Mekong Basin Development Cooperation Steering Committee (AMBDC SC).

High Level Finance Committee (HLFC).

13. ASEAN Centre for Energy.

14. ASEAN-Japan Centre in Tokyo.

III. ASEAN SOCIO-CULTURAL COMMUNITY.

1. ASEAN Ministers Responsible for Information (AMRI).

  • Senior Officials Meeting Responsible for Information (SOMRI).

2. ASEAN Ministers Responsible for Culture and Arts (AMCA).

  • Senior Officials Meeting for Culture and Arts (SOMCA).

3. ASEAN Education Ministers Meeting (ASED).

  • Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED).

4. ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM).

  • ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM).

5. ASEAN Ministerial Meeting on the Environment (AMME).

  • • ASEAN Senior Officials on the Environment (ASOEN).

6. Conference of the Parties to the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (COP).

  • Committee (COM) under the COP to the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution.

7. ASEAN Health Ministers Meeting (AHMM).

  • Senior Officials Meeting on Health Development (SOMHD).

8. ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM).

  • Senior Labour Officials Meeting (SLOM).
  • • ASEAN Committee on the Implementation of the ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers.

9. ASEAN Ministers on Rural Development and Poverty Eradication (AMRDPE).

  • Senior Officials Meeting on Rural Development and Poverty Eradication (SOMRDPE).

10. ASEAN Ministerial Meeting on Social Welfare and Development (AMMSWD).

  • Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD).

11. ASEAN Ministerial Meeting on Youth (AMMY) .

  • Senior Officials Meeting on Youth (SOMY).

12. ASEAN Conference on Civil Service Matters (ACCSM).

13. ASEAN Centre for Biodiversity (ACB).

14. ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre).

15. ASEAN Earthquakes Information Centre.

16. ASEAN Specialised Meteorological Centre.

4.1   Unsur-Unsur dalam Sidang SEOM yang Dijalankan ASEAN

Pertemuan tingkat Senior Officials (Direktur Jenderal) diselenggarakan 4 (empat) kali dalam setahun. Membahas isu-isu ekonomi, seperti trade in goods, trade in services, investment, AFTA, PIS dan lain-lain. SEOM memberikan laporan kepada ASEAN Economic Ministers (AEM).

Unsur-unsur SEOM terdiri dari:

  1. 1.      Peserta SEOM:
    1. Delegasi (Senior officials         negara-negara ASEAN, terdiri dari Ketua Delegasi dan anggota-anggotanya).
    2. Chair and co-chair (bergiliran berdasarkan urutan abjad).
    3. ASEAN Secretariat.
    4. 2.      Agenda

            Berisi isu-isu ekonomi yang mendukung   percepatan integrasi menuju Komunitas Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community) 2015.  

4.2   Fungsi dan Tugas Peserta dalam Sidang SEOM

Delegasi

  • Memperjuangkan kepentingan nasional.
  • Menyampaikan posisi negara terhadap suatu isu.

Chairman & Co-Chairman

  • Membuka dan menutup Sidang.
  • Memimpin jalannya Sidang.

ASEAN Secretariat

  • Mencatat proses dan hasil-hasil Sidang, yang dituangkan dalam Summary Record
  • Memberikan data-data yang dibutuhkan oleh negara-negara anggota ASEAN

4.3   Tahapan- Tahapan Sidang SEOM

  1. Opening Statement by the Chairman.
  2. Adoption of the Agenda.
  3. Business Arrangement.
  4. Policy Statement (Overview Remarks from ASEAN Member States).
  5. General Debate  (Discussion on Matters Stated in the Agenda).
  6. Other Matters.
  7. Date and Venue of the Next Meeting.
  8. Consideration and the Report of the Meeting.
  9. Pembahasan Joint Press Statement.
  10. Closing Remarks oleh Chairman.
  11. Closing remarks oleh Negara Anggota Peserta Sidang.
  12. Penutupan sidang.

4.4  Jalannya Sidang SEOM

  1. a.      Opening Statement by the Chairman. Chairman membuka sidang dengan menyampaikan “opening remarks”. Opening remarks biasanya berisikan: ucapan selamat datang kepada semua delegasi; overview remarks hasil sidang yang lalu; hal-hal yang akan dibahas pada sidang yang akan berlangsung; penutup. Setelah menyampaikan “opening remarks”, Chairman memimpin sidang dengan meminta pandangan negara-negara anggota terhadap “provisional draft agenda” yang telah dibagikan.
  2. b.      Adoption of The Agenda. Chairman memberikan kesempatan kepada delegasi untuk mengomentari agenda sidang.
  3. c.       Business Arrangement. Setelah agenda sidang disetujui, Chairman menyampaikan business arrangement, yaitu penyampaian mengenai pengorganisasian sidang yang akan dilakukan (biasanya tidak dikomentari oleh negara anggota).
  4. d.      Policy Statement (Overview Remarks From ASEAN Member States). Penyampaian policy statement dari negara-negara anggota, isinya: ucapan selamat kepada Chairman yang terpilih; terima kasih kepada negara yang telah menjadi tuan rumah; penyampaian policy dari masing-masing negara berkaitan dengan perkembangan isu-isu yang akan dibahas serta posisi negaranya; closing.
  5. e.       General Debate (Discussion on Matters stated in the Agenda). Masing-masing negara melakukan negosiasi untuk berjuang menggolkan kepentingan nasional masing-masing negaranya.
  6. f.       Other Matters. Setelah substansi sidang selesai dibahas, dibahas mengenai hal-hal lain yang biasanya tidak terkait dengan substansi sidang yang telah dibahas. Dalam kaitan ini, misalnya dapat dibahas mengenai penambahan satu agenda baru untuk sidang mendatang atau hal-hal lainnya.
  7. g.      Date and Vanue of the Next Meeting. Penentuan tempat dan tanggal sidang selanjutnya.
  8. h.      Consideration and the Report of the Meeting. Penyampaian hasil sidang (summary record of discussion).
  9. i.        Pembahasan Joint Press Statement.
  10. j.        Closing Remarks oleh Chair.
  11. k.      Closing Remarks oleh Negara Anggota Peserta Sidang. Biasanya diwakili oleh salah satu delegasi yang mengatasnamakan delegasi yang lainnya.
  12. l.        Penutupan Sidang, oleh Chairman.
  13. 5.      Kesimpulan

Dari gambaran singkat mengenai sidang SEOM ASEAN, maka kita dapat menyimpulkan bahwa setiap persidangan atau perundingan baik dalam organ ASEAN atau yang melibatkan mitra dialog memiliki kontribusi dan pengaruh yang signifikan bagi setiap kebijakan dan politik luar negeri anggota ASEAN, mitra dialog dan negara tetangga dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan dan isu-isu global saat ini. Oleh karena itu, lewat makalah ini diharapkan pembaca dapat menyadari akan semakin pentingnya proses pembuatan keputusan dalam sebuah organisasi regional yang berpengaruh terhadap interaksi aktor-aktor dalam komunitas regional dan global.

Daftar Pustaka

Buku:

–          ASEAN Charter

Web:

–          www.asec.org

–          “Lima Agenda Penting di Bahas di KT ASEAN”  dalam Tempo, edisi 17 November 2011, http://www.tempo.co/read/news/2011/11/17/118367000/Lima-Agenda Penting-Dibahas-di-KTT-ASEAN-ke-19. Diakses pada 1 Desember 2011.


[1] Materi ini disampaikan pada 3 Desember 2011 dalam diskusi reguler Timor Leste Think Tank (T3) Group.

[2] Baca selengkapnya dalam “Lima Agenda Penting di Bahas di KT ASEAN”  dalam Tempo, edisi 17 November 2011, http://www.tempo.co/read/news/2011/11/17/118367000/Lima-Agenda-Penting-Dibahas-di-KTT-ASEAN-ke-19. Diakses pada 1 Desember 2011. Dengan disepakatinya Bali Concord III dalam KTT ASEAN ke-19 di Bali semakin menegaskan peran dan posisi ASEAN yang strategis dalam memecahkan persoalan dan isu-isu fundamental dalam komunitas global.

[3] Lihat dalam ASEAN Charter, hlm 10-14, mengenai badan atau organ-organ dalam ASEAN, serta fungsi dan tanggungjawabnya.

[4] ASEAN Charter, Anex I ASEAN Ministerial Bodies, hlm. 41-45.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s